Pemanfaatan Sabut Kelapa Sebagai Bahan Dasar Tinta Batik Hitam Melalui ProsesPirolisis: Analisis Kepekatan Warna dan Potensi Ramah Lingkungan Hitam Melalui Proses Pirolisis: Analisis Kepekatan Warna dan Potensi Ramah Lingkungan

Penulis

  • PUTRI UNIQA HAPSARI Politeknik Negeri Jakarta
  • Heribertus Rudi Kusumantoro Politeknik Negeri Jakarta
  • Emmidia Djonaedi Politeknik Negeri Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.58466/4zxk6w11

Kata Kunci:

Kepekatan Warna, Pirolisis, Sabut Kelapa, Tinta Batik Hitam

Abstrak

Batik adalah warisan budaya Indonesia yang diakui dunia, tetapi industri batik masih
bergantung pada pewarna sintetis yang mencemari lingkungan, terutama pencemaran
air. Penelitian ini bertujuan mengembangkan tinta batik hitam alami dari sabut kelapa
melalui pirolisis dan menganalisis kepekatan warnanya. Proses ini dilakukan dengan
memanaskan sabut kelapa pada suhu 150–250°C untuk menghasilkan arang, yang
kemudian dihaluskan menjadi pigmen. Pigmen dicampur dengan aquades (variasi 1–7
gram pigmen dan 6–12 mL aquades) dan diuji kepekatannya menggunakan
spektrodensitometer. Hasil penelitian menunjukan formulasi 6 gr pigmen dan 11 mL
aquades menghasilkan kepekatan tertinggi (2,68). Rata-rata kepekatan semua dari
semua sampel mencapai 2,57, menunjukkan konsistensi kualitas pigmen. Penelitian ini
membuktikan bahwa rasio pigmen dan pelarut memengaruhi intensitas warna, sekaligus
memberikan solusi ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah sabut kelapa
sebagai pewarna alami yang bernilai ekonomi.

Referensi

[1] B. R. Taufiqoh, I. Nurdevi, and H. Khotimah, “Batik Sebagai Warisan Budaya Indonesia,”

Pros. SENASBASA, pp. 58–65, 2018.

[2] N. Apriyani, “Industri Batik: Kandungan Limbah Cair dan Metode Pengolahannya,”

Media Ilm. Tek. Lingkung., vol. 3, no. 1, pp. 21–29, 2018, doi: 10.33084/mitl.v3i1.640.

[3] D. A. Sukmawati, A. M. Fuad, and A. Haerudin, “Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Fiksasi

terhadap Kualitas Warna Kain Batik dengan Pewarna Alam Sabut Kelapa,” J. Tek. Kim.

Vokasional, vol. 2, no. 1, pp. 7–14, 2022, doi: 10.46964/jimsi.v2i1.1472.

[4] H. Purwata, “Pewarna Alami Miliki Prospek Cerah di Pasaran Global,” Jurnal Republika.

[Online]. Available: https://jurnal.republika.co.id/posts/130348/pewarna-alami-milikiprospek-

cerah-di-pasaran-global.com

[5] Wibowo DS Drajad, Thamrin Teguh, Farida Yushinta Eka, and Andriyani Santi,

“Pemanfaatan Buah Mangrove sebagai Bahan Warna Alami Batik Studi Deskriptif pada

Kelompok UMKM Batik Karimun Jawa Jepara Jawa Tengah,” Indones. J. Humanit. Soc.

Sci., vol. 4, no. 3, pp. 597–608, 2023.

[6] E. W. Tyas and E. Zulaikha, “Pengembangan Material Serat Sabut Kelapa untuk Home

Decor,” J. Sains dan Seni ITS, vol. 7, no. 2, pp. 108–112, 2019, doi:

10.12962/j23373520.v7i2.36573.

[7] I. A. Samant and D. K. Gaikwad, “Optimization of natural dye extraction from coconut

husk,” J. Exp. Biol. Agric. Sci., vol. 8, no. 1, pp. 54–62, 2020, doi:

10.18006/2020.8(1).54.62.

[8] N. Nasrun, E. Kurniawan, and I. Sari, “Studi Awal Produksi Bahan Bakar Dari Proses

Pirolisis Kantong Plastik Bekas,” J. Teknol. Kim. Unimal, vol. 5, no. 1, p. 30, 2017, doi:

10.29103/jtku.v5i1.77.

[9] S. Biofeul, P. Dari, and L. Biomassa, “Sintesis biofeul (pona) dari limbah biomassa dengan

proses pirolisis lambat,” no. January, pp. 23–24, 2019.

[10] R. L. Putri and R. A. Aziz, “Pewarnaan Batik Menggunakan Ampas Kopi Dalam Konteks

Pariwisata,” J. Altifani Penelit. dan Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 2, no. 1, pp. 93–105, 2022,

doi: 10.25008/altifani.v2i1.204.

[11] K. Ridhuan and J. Suranto, “Perbandingan Pembakaran Pirolisis Dan Karbonisasi Pada

Biomassa Kulit Durian Terhadap Nilai Kalori,” Turbo J. Progr. Stud. Tek. Mesin, vol. 5,

no. 1, pp. 50–56, 2017, doi: 10.24127/trb.v5i1.119.

[12] J. Hutasoit, M. Ulfah, and A. Ruswanto, “Pembuatan Tinta Spidol dari Pelepah Kelapa

Sawit dengan Variasi Jenis dan Konsentrasi Bahan Perekat,” BIOFOODTECH J.

Bioenergy Food Technol., vol. 2, no. 02, pp. 85–94, 2024, doi:

10.55180/biofoodtech.v2i02.914.

[13] Y. A. Pratama, S. Juhara, and R. Kurniasari, “Efektivitas Limbah Kulit Bawang Putih

Sebagai Pigmen Organik Dalam Pembuatan Tinta Spidol,” Unistek, vol. 9, no. 2, pp. 126–

133, 2022, doi: 10.33592/unistek.v9i2.2796.

[14] I. A. Lestari, Fitriyana, and Y. Padmawati, “Pengaruh Variasi Volume Etanol Pada

Pembuatan Tinta,” J. Tek. Kim. Vokasional, vol. 1, no. 1, pp. 31–37, 2021, doi:

10.46964/jimsi.v1i1.645.

[15] G. S. Suryadi, S. Susiani, M. Nugraha, B. A. U. Alifah, and M. Suryani, “Optical Density

of Yellow Prints At Coated and Uncoated Paper,” J. Ilm. Publipreneur, vol. 7, no. 2, pp.

9–13, 2020, doi: 10.46961/jip.v7i2.84.

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-20

Terbitan

Bagian

Artikel

Cara Mengutip

Pemanfaatan Sabut Kelapa Sebagai Bahan Dasar Tinta Batik Hitam Melalui ProsesPirolisis: Analisis Kepekatan Warna dan Potensi Ramah Lingkungan Hitam Melalui Proses Pirolisis: Analisis Kepekatan Warna dan Potensi Ramah Lingkungan. (2025). Jurnal Teknologi Pangan Dan Industri Perkebunan (LIPIDA), 5(2), 185-194. https://doi.org/10.58466/4zxk6w11

Artikel Serupa

1-10 dari 44

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.