Perencanaan Tebal Perkerasan Kaku (Rigid Pavement) pada Jalan Perkebunan Lestari Desa Sungai Awan Kiri Kabupaten Ketapang
DOI:
https://doi.org/10.58466/94473j81Kata Kunci:
perkerasan kaku, LHRN, CBR tanah dasar, tebal rencana perkerasan jalan, rencana anggaran biayaAbstrak
Jalan Perkebunan Lestari merupakan jalan lokal yang berfungsi sebagai akses masyarakat menuju area perkebunan. Jalan ini terletak di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Kondisi awal jalan masih berupa jalan tanah yang mengalami kerusakan parah, terutama saat musim hujan, sehingga mengganggu kenyamanan dan aksesibilitas kendaraan. Kondisi ini menjadi salah satu alasan dilakukannya perencanaan perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai LHRN, nilai CBR tanah dasar, ketebalan rencana perkerasan, gambar rencana, serta anggaran biaya yang dibutuhkan dalam pembangunan Jalan Perkebunan Lestari. Selain itu, penelitian ini juga ditujukan untuk menunjang kelancaran lalu lintas aktivitas perkebunan dan permukiman di sepanjang jalan tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, studi literatur, dan dokumentasi. Perencanaan tebal perkerasan kaku menggunakan acuan dari Katalog SNI 8457:2017 berdasarkan klasifikasi jalan dan beban lalu lintas. Berdasarkan hasil pengukuran kondisi eksisting di lapangan, diperoleh perencanaan perkerasan kaku sepanjang 500 meter dengan lebar 3 meter. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai LHRN sebesar 0,67 kendaraan dan nilai CBR rata-rata sebesar 6,64%. Ketebalan beton kurus direncanakan 0,05 meter, sedangkan pelat beton direncanakan setebal 0,15 meter. Adapun total anggaran biaya pembangunan perkerasan kaku Jalan Perkebunan Lestari adalah sebesar Rp619.012.526,00 (enam ratus sembilan belas juta dua belas ribu lima ratus dua puluh enam rupiah). Kata Kunci: Perkerasan Kaku, LHRN, CBR Tanah Dasar, Tebal Rencana Perkerasan Jalan, Rencana Anggaran Biaya.
Referensi
[1] Alifta, A. R., & E. M. (2020). “Perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta Proses Pelelangan pada Proyek Pembangunan Jembatan Wanarata Pemalang”. Skripsi. Semarang: Universitas Semarang.
[2] Arifin, S. (2022). Jenis Perkerasan Jalan Raya dan Penjelasan Lengkapnya. CV. Mutu Utama Geoteknik. Diakses pada 10 Maret 2025, dari https://www.mutuutamageoteknik.co.id/jenis-perkerasan-jalan-raya/
[3] Budi, M. R. S., Suhartinah, S., & Manggala, A. S. (2018). Perbandingan Estimasi Anggaran Biaya dan Schedule Proyek Pembangunan Rumah Sakit Al Huda Banyuwangi Menggunakan Metode SNI dan Metode BOW. Jurnal Rekayasa Infrastruktur Hexagon, 3(2), 1–9.
[4] Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. (2003). Pd T-14-2003 tentang Perencanaan Perkerasan Jalan Beton Semen. Jakarta: Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah.
[5] Direktorat Jenderal Bina Marga. (2017). Manual Desain Perkerasan Jalan. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
[6] Direktorat Jenderal Bina Marga. (2023). Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia. Jakarta: Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan rakyat.
[7] Fathansyah. (2002). Analisis dan Perancangan Dalam Proyek. Jakarta: Prenhallindo.
[8] Ghassani, D. B., & Saefudin, M. (2022). Rencana Anggaran Biaya Pekerjaan Struktur dan Proses Tender Proyek Peningkatan Jl. Kendal-TPI. Journal of Engineering Research and Application, 1(2), 1–13.
[9] Hadi, P. L., Wasanta, T., & Santosa, W. (2021). Pengaruh Indeks Infrastruktur Jalan terhadap Indikator Ekonomi di Indonesia. Jurnal HPJI, 7(2), 143–152.
[10] Hilmi, M. A., Lutfiana, Y., Alfiansyah, A. D., & Kamandang, Z. R. (2023). Perencanaan Tebal Perkerasan Kaku Jalan Ki Ageng Gribig Malang. Journal of Civil Engineering, 2(2), 56–64.
[11] Ibrahim, H. B. (2001). Rencana dan estimate real of cost. Jakarta: PT Bumi Aksara.
[12] Junaedi. (2022). Perbandingan Daya Dukung (CBR) Kondisi Soaked dan Unsoaked Agregat Kelas B Berdasarkan Variasi Gradasi Lapangan (Studi kasus: Material Agregat Kelas B di Quary Pulau Bengkalis). Seminar Nasional Industri dan Teknologi (SNIT). Politeknik Negeri Bengkalis.
[13] Kamuli, S., Wantu, S. M., Hamim, U., Djafar, L., Sahi, Y., & Dahiba, H. (2023). Pemberdayaan Berkelanjutan melalui Pemanfaatan Dana Desa bagi Masyarakat Pesisir di Desa Momalia Kecamatan Posigadan Provinsi Sulawesi Utara. Jambura Journal Civic Education, 3(2), 279–293.
[14] Kementerian Pekerjaan Umum. (2010). Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 04/SE/M/2010 tentang Pemberlakuan Pedoman Cara Uji California Bearing Ratio (CBR) dengan Dynamic Cone Penetrometer (DCP). Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum.
[15] Kementerian PUPR. (2023). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2023 tentang Persyaratan Teknik Jalan dan Perencanaan Teknis Jalan. Jakarta: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia.
[16] Novianti, D. L. (2024). “Perencanaan Peningkatan Ruas Jalan Gajah Mada Dalam Kabupaten Ketapang Menggunakan Perkerasan Kaku (Rigid Pavement)”. Tugas Akhir. Ketapang: Politeknik Negeri Ketapang.
[17] Nugroho, P. (2018). “Pengaruh Pertumbuhan Jumlah Kendaraan Terhadap Umur Rencana Perkerasan Kaku pada Jalan Karya Jaya Medan”. Tugas Akhir. Medan: Universitas HKBP Nommensen.
[18] Pedoman Konstruksi dan Bangunan. (2005). Pd T-07-2005-B tentang Pelaksanaan Pekerjaan Beton untuk Jalan dan jembatan. Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum.
[19] Rahayu, E. W., Febrianti, B. S., & Khadafi, M. (2021). Kajian Infrastruktur Jalan Lingkungan Permukiman Desa Montong Gamang. Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram, 8, 34–39.
[20] Saputri, U. S., Hidayat, M., & Permadi, D. D. (2025). Pendampingan Perencanaan Pekerjaan Jalan Lingkungan di Desa Cipeuteuy Kecamatan Kabandungan Kabupaten Sukabumi. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Abdi Putra, 5(1), 89–93.
[21] Sidabutar, R. A., Saragi, Y. R., Pasaribu, H., Pardede, M., & Hutabarat, T. (2021). Evaluasi Perkerasan Jalan Kaku (Rigid Pavement) Pada Jalan SM Raja Medan dengan Metode Bina Marga. Jurnal Visi Eksakta, 2(2), 215–224.
[22] Sriharyani, L., & Oktami, D. (2016). Kajian Penggunaan Dynamic Cone Penetrometer (DCP) untuk Uji Lapangan pada Tanah Dasar Pekerjaan Timbunan Apron (Studi Kasus di Bandar Udara Radin Inten II Lampung). Jurnal Tapak, 5(2), 89–97.
[23] Standar Nasioan Indonesia. (2017). SNI 8457 tentang Rancangan Tebal Jalan Beton Untuk Lalu Lintas Rendah. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
[24] Standar Nasional Indonesia. (2012). SNI 1744 tentang Metode Uji CBR Laboratorium. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
[25] Standar Nasional Indonesia. (2017). SNI 2052 tentang Baja Tulangan Beton. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.
[26] Sukirman, S. (1999). Dasar-dasar Perencanaan Geometrik jalan. Nova. Bandung.
[27] Sukirman, S. (2003). Konstruksi Perkerasan Jalan Raya. Nova. Bandung.
[28] Sumarda, G., Kariyana, I. M., & Subekti, I. S. (2022). Perencanaan Tebal lapis Tambah (Overlay) Runway Eksisting Bandara Internasional Lombok. Jurnal Ilmiah Vastuwidya, 5(1), 22–31.
[29] Supranoto, B., & Hariyanto. (2022). Pengaruh Daya Dukung Tanah Dasar (Subgrade) terhadap Tebal Perkerasan Flexible Pavement. Jurnal Simetris, 16(2), 38–44.
[30] Undang-Undang Republik Indonesia. (2022). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang jalan. Indonesia: Presiden Indonesia.
[31] Waruwu, A., Zega, O., Rano, D., Panjaitan, B. M. T., & Harefa, S. (2021). Kajian Nilai California Bearing Ratio (CBR) pada Tanah Lempung Lunak dengan Variasi Tebal Stabilisasi Menggunakan Abu Vulkanik. Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand), 17(2), 116.
[32] Wibisono, G. I., Ramadan, F. E., & Fajar, A. H. (2019). Analisis Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) dalam Menghindari Kecelakaan. Jurnal Manajemen Bisnis Transportasi dan Logistik (JMBTL), 5(3), 359–366.



