Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang dengan Tingkat Kematangan Berbeda Sebagai Pupuk Cair pada Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.)

Penulis

  • Indar Dwi Musyadi Universitas Mulawarman
  • Zyahdatul Husna Herlianti Universitas Mulawarman
  • Lia Rismawati Universitas Mulawarman
  • Elis Kaiye Universitas Mulawarman
  • Maasje Catherine Watulingas Universitas Mulawarman

DOI:

https://doi.org/10.58466/dfvn4488

Abstrak

Limbah kulit pisang merupakan salah satu bahan organik yang berpotensi tinggi untuk diolah menjadi pupuk cair karena mengandung unsur hara makro seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tingkat kematangan kulit pisang terhadap kualitas pupuk organik cair (POC) yang dihasilkan serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). POC dibuat melalui fermentasi kulit pisang matang dan belum matang dengan penambahan gula pasir atau EM4 selama lebih dari tujuh hari. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan pH larutan pupuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kulit pisang matang dengan tambahan gula (P1) memberikan hasil terbaik, dengan pertumbuhan tinggi tanaman mencapai 5,2 cm dan jumlah daun sebanyak 5 helai pada hari ke-25. Peningkatan pH pupuk dari minggu ke-1 hingga ke-5 menunjukkan keberhasilan fermentasi dan transformasi senyawa organik menjadi bentuk ionik anorganik seperti NO₃⁻, H₂PO₄⁻, dan K⁺ yang mudah diserap oleh tanaman. Penelitian ini membuktikan bahwa prinsip kimia anorganik dapat diterapkan secara praktis dalam pengelolaan limbah organik menjadi pupuk cair yang efektif dan ramah lingkungan.

Referensi

Adelia, S., & Azrita. (2023). Pengaruh Pemberian Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.) Sebagai Pupuk Organik Cair Pada Pertumbuhan Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.). Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 7(2), 212–217. https://doi.org/10.32585/ags.v7i2.4467

Andesta, R., ZA, N., Sylvia, N., Muarif, A., & Nurlaila, R. (2023). Pembuatan Pupuk Organik Cair Dari Limbah Kulit Pisang Kepok Dan Limbah Air Cucian Beras Dengan Menggunakan Bioaktivator Em4. Chemical Engineering Journal Storage (CEJS), 3(4), 581. https://doi.org/10.29103/cejs.v3i4.10250

Dewi, M. N., Guntama, D., Perdana, R., & Fauzan, M. (2022). Pengaruh Waktu Fermentasi dan pH Terhadap Kandungan Nitrogen, Kalium, dan Fosfor dalam Pupuk Cair Organik Dari Limbah Kulit Pisang (Musa paradisiacal). Jurnal Ilmiah Teknik Kimia, 6(1), 27. https://doi.org/10.32493/jitk.v6i1.14667

Elfarisna, E., Rachman, A., & Rahmayuni, E. (2024). Pengaruh Pupuk Organik Cair Kulit Pisang Kepok pada Pertumbuhan dan Produksi Okra (Abelmoschus esculentus). Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 29(3), 447–453. https://doi.org/10.18343/jipi.29.3.447

Meriatna, M., Suryati, S., & Fahri, A. (2019). Pengaruh Waktu Fermentasi dan Volume Bio Aktivator EM4 (Effective Microorganisme) pada Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Buah-Buahan. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 7(1), 13. https://doi.org/10.29103/jtku.v7i1.1172

Nasrun, N., Jalaluddin, J., & Herawati, H. (2017). Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Barangan Sebagai Bahan Pembuatan Pupuk Cair. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 5(2), 19. https://doi.org/10.29103/jtku.v5i2.86

Nopriyanti, M., & Umi Kalsum, S. (2021). Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Kepok Sebagai Bahan Dasar Dalampembuatan Pupuk Cair (Kajian Penambahan Em4 Dengan Metode an Aerob). Jurnal Teknologi Pangan dan Industri Perkebunan (LIPIDA), 1(1), 40–45. https://doi.org/10.58466/lipida.v1i1.1367

Pane, L. D., Hayati, R., & Marliah, A. (2022). Kualitas Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Akibat Perbedaan Dosis Pupuk NPK DGW Compaction dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair. Agritech : Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto, 24(2), 144. https://doi.org/10.30595/agritech.v24i2.14573

Rasmito, A., Hutomo, A., & Hartono, A. P. (2019). Pembuatan Pupuk Organik Cair dengan Cara Fermentasi Limbah Cair Tahu, Starter Filtrat Kulit Pisang Dan Kubis, dan Bioaktivator EM4. Jurnal IPTEK, 23(1), 55–62. https://doi.org/10.31284/j.iptek.2019.v23i1.496

Yulianingsih, R., Sinaga, M., & Kurniawati, H. (2024). e ISSN 2775-5738 Peningkatan Produksi Cabai Rawit (Capsicum frutescens L .) Melalui Pemberian Pupuk Organik Cair ( Poc ) Batang Pisang Increasing The Production of Cayenne Pepper (Capsicum frutescens L .) Through Providing Liquid Organic Fertilizer of Cabai rawit (Capsicum frutescens L .) masyarakat , karena selain sebagai penyedap tanah (Peraturan Menteri Pertanian Nomor organik padat , yaitu mudah larut dalam. 20.

Yulianty, Y., Mudya, R. W., Irawan, B., & Lande, M. L. (2022). Aplikasi Pupuk Organik Cair Dari Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.). Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia, 7(1), 1. https://doi.org/10.32503/hijau.v7i1.2256

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-27

Terbitan

Bagian

Artikel

Cara Mengutip

Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang dengan Tingkat Kematangan Berbeda Sebagai Pupuk Cair pada Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.). (2025). Jurnal Teknologi Pangan Dan Industri Perkebunan (LIPIDA), 5(2), 160-166. https://doi.org/10.58466/dfvn4488