Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa Gema Dalam Pengawasan Mutu Infrastruktur Melalui Bimbingan Teknis Berbasis Partisipatif
DOI:
https://doi.org/10.58466/j6pg4929Kata Kunci:
Infrastruktur Desa, Pendidikan Nonformal, Pengawasan Mutu, Pemberdayaan Masyarakat, PKMAbstrak
Desa Gema di Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang, memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan perkebunan, namun masih menghadapi kendala pada aspek pengawasan mutu infrastruktur desa. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas teknis aparatur desa dan masyarakat dalam pelaksanaan pengawasan mutu pekerjaan konstruksi agar lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi kebijakan mutu, pelatihan teknis berbasis studi kasus, penerapan sistem checklist mutu lapangan, pendampingan langsung pada kegiatan pembangunan, serta evaluasi berbasis indikator kinerja. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pengetahuan teknis (54,3% menjadi 79,4%), kemampuan membuat checklist mutu (35% menjadi 85%), dan kepuasan peserta (92%). Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) kini mampu melaksanakan pengawasan mutu secara mandiri dan terdokumentasi. Simpulan menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan nonformal berbasis praktik mampu meningkatkan literasi teknis dan tata kelola infrastruktur desa. Disarankan agar kegiatan serupa dilakukan secara periodik dengan kolaborasi lintas institusi guna memperkuat keberlanjutan dan replikasi model PKM ini di desa lain.
Unduhan
Referensi
Burgos, A., Páez, R., Carmona, E., & Rivas, H. (2013). A systems approach to modeling community-based environmental monitoring: A case of participatory water quality monitoring in rural Mexico. Environmental Monitoring and Assessment, 185(12), 10297–10316.
Chambers, R. (1997). Whose reality counts? Putting the first last. London: Intermediate Technology Publications.
Howarth, T., & Watson, P. (2012). Construction quality management: Principles and practice. London: Routledge.
Janssen, M., Charalabidis, Y., & Zuiderwijk, A. (2012). Benefits, adoption barriers and myths of open data and open government. Information Systems Management, 29(4), 258–268. doi:10.1080/10580530.2012.716740.
Kementerian Dalam Negeri. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Jakarta: Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2018). Spesifikasi Umum 2018 untuk Pekerjaan Konstruksi Jalan dan Jembatan (Revisi 2). Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Marga.
Mono, A., & Samaloisa, R. (2022). Partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa di Kalurahan Condongcatur Kapanewon Depok Kabupaten Sleman. TheJournalish: Social and Government, 3(2), 113–121.
Sahlberg, P. (2012). Finnish lessons: What can the world learn from educational change in Finland? New York, NY: Teachers College Press.
Schunk, D. H. (2012a). Learning theories: An educational perspective (6th ed.). Boston, MA: Pearson Education.
Schunk, D. H. (2012b). Teori-teori pembelajaran: Perspektif pendidikan (Terjemahan). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Waheed, M., & Abbas, M. (2023). Foundations of a successful site quality management system. Indonesian Journal of Civil Engineering Education, 9(2), 26–33.





