Kelayakan Finansial PLTS Atap On-Grid pada Gedung Komersial
DOI:
https://doi.org/10.58466/m8gpe298Kata Kunci:
PLTS atap, sistem on-grid, kelayakan finansial, NPV, IRR, payback periodAbstrak
penelitian ini mengevaluasi kelayakan finansial Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap on-grid pada gedung komersial di Jawa Barat. sistem dirancang menggunakan inverter 50 kW dan 69 modul fotovoltaik monokristalin dengan kapasitas array 34,5 kWp. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif terapan dengan data profil beban, radiasi matahari, biaya investasi, biaya operasi, pemeliharaan,serta tarif listrik sebagai masukan utama. Kelayakan finansial dinilai menggunakan Net Present Value (NPV), internal rate of return (IRR), dan payback period, sedangkan kontribusi teknis dievaluasi melalui produksi energi tahunan dan potensi penghematan tagihan listrik. Sistem PLTS menghasilkan sekitar 40.296 kWh per tahun dan menurunkan konsumsi listrik bulanan sekitar 3.358 kWh. Produksi tersebut memberikan penghematan bulanan Rp.4.851.303 dan nilai ekonomi tahun pertama Rp. 58.215.631. Dengan investasi awal Rp.483.000.000 dan penggantian inverter pada tahun ke-11, proyek menghasilkan nilai NPV positif Rp. 111.294.381 , IRR 13,56%, dan payback period 9,07 tahun. Indikator ini menunjukan bahwa proyek layak secara finansial dan mendukung efisiensi biaya operasional jangka panjang selama kinerja sistem dan pemeliharaan dikelola dengan baik.
Unduhan
Referensi
[1] Afif MT, Martin A. Potensi energi surya dan tantangan pemanfaatan PLTS di Indonesia. J Energi Terbarukan. 2022;10(2):45-56.
[2] Sebastian R, et al. Target NDC Indonesia dan transisi energi rendah karbon. J Kebijakan Energi. 2025;14(1):1-12.
[3] Samsurizal, et al. Pengenalan sistem pembangkit listrik tenaga surya. Jakarta: Teknik Elektro Press; 2021.
[4] Presiden Republik Indonesia. Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022 tentang percepatan pengembangan energi terbarukan untuk penyediaan tenaga listrik. Jakarta; 2022.
[5] Abuk GM, Rumbino Y. Analisis kelayakan ekonomi menggunakan NPV pada proyek energi. J Ekonomi Teknik. 2020;7(1):20-29.
[6] Qomaruddin M, et al. Evaluasi IRR dan payback period pada investasi energi terbarukan. J Manaj Rekayasa. 2021;9(3):88-96.
[7] Prabawa A, Sidqi A. Standar kelayakan finansial proyek PLTS berbasis capital budgeting. J Energi dan Bisnis. 2025;12(1):34-44.
[8] Yulia R. Analisis kelayakan finansial PLTS atap pada bangunan komersial. J Rekayasa Energi Surya. 2024;8(2):70-82.
[9] Rafli M, et al. Performance ratio dan perencanaan PLTS rooftop gedung fakultas teknik. J Teknol Energi. 2022;11(2):115-126.
[10] Pawenary A, et al. Analisis LCOE sistem PLTS on-grid pada gedung perkantoran. J Teknik Elektro. 2022;16(1):50-61.
[11] Ray P, et al. Financial evaluation of industrial rooftop solar PV under equity and loan schemes. Renew Energy Finance. 2021;5(4):210-220.
[12] Syamsudin R, et al. Analisis sensitivitas investasi photovoltaic pada fasilitas publik. J Infrastruktur Energi. 2017;6(1):22-31.
[13] Dwisari N, et al. Potensi energi matahari sebagai energi alternatif di Indonesia. J Sains Terapan. 2023;9(1):15-24.
[14] Arrosyid MA, et al. Karakteristik modul fotovoltaik monokristalin untuk sistem PLTS. J Fotovoltaik Indonesia. 2024;4(2):55-64.
[15] Manihuruk P, Simbolon R. Evaluasi inverter pada sistem PLTS komersial. J Konversi Energi. 2024;13(1):77-85.
[16] Sartika D, et al. Perhitungan performance ratio pada PLTS atap. J Energi Surya. 2023;7(2):91-102.
[17] Diansyah M, et al. Proteksi DC dan AC pada instalasi PLTS atap. J Instalasi Listrik. 2021;5(3):133-142.
[18] Adi W. Levelized cost of energy untuk perbandingan teknologi pembangkit. J Ekonomi Energi. 2024;15(2):100-112.
[19] Putra TS, Prabowo E, Ramadani F. Pengaruh Overhaul Terhadap Kinerja High Pressure Heater Unit 3 PLTU Banten Lontar. JTM: JURNAL TEKNIK MESIN. 2026 Feb 1;2(1):10-5.







