STUDI PENDAHULUAN PENGGUNAAN ZPT CAMPURAN UNTUK INVIGORASI BENIH KAKAO (Theobroma cacao L.) SETELAH DISIMPAN
DOI:
https://doi.org/10.58466/tk3qgr75Kata Kunci:
benih, kakao, vigor, ZPTAbstrak
Salah satu cara untuk meningkatkan vigor benih (invigorasi) kakao setelah penyimpanan adalah dengan merendamnya dalam larutan yang mengandung zat pengatur tumbuh (ZPT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran bawang merah, lidah buaya, dan daun sirih terhadap viabilitas benih kakao setelah 28 hari penyimpanan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mutu 2, Laboratorium Mikrobiologi Politeknik Negeri Ketapang, dan Kebun Percobaan di Desa Suka Bangun dari Februari sampai April 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Tiap ulangan terdiri dari 20 sampel benih. Perlakuan terdiri dari: P0: Akuades (tanpa zat pengatur tumbuh campuran), P1: 60% ZPT campuran, P2: 40% ZPT campuran, dan P3: 20% ZPT campuran. Parameter yang diamati meliputi kadar air, benih berjamur di penyemaian, dan perkecambahan benih di penyemaian. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dan uji Duncan taraf 5%. Hasil yang diperoleh menunjukkan pemberian campuran zat pengatur tumbuh (ZPT) bawang merah, lidah buaya, dan daun sirih pada berbagai konsentrasi belum mampu meningkatkan viabilitas benih kakao setelah 28 hari penyimpanan.
Referensi
Afifuddin, AF, Sitanggang, KD, Adam, AH &Saragih, SHY 2022, ‘Respon Pemberian Bawang Merah dan Lidah Buaya terhadap Stek Batang Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.)’, Jurnal Pertanian Agros, vol. 24, no. 2, hh. 845-851.
Ariningsih, E, Purba, HJ, Sinuraya, JF, Septanti, KS & Suharyono, S 2021, ‘Permasalahan dan Strategi Peningkatan Produksi dan Mutu Kakao Indonesia’, Analisis Kebijakan Pertanian, vol. 19, no.1, hh. 89-108.
Augustin, NP, Prasetyo, E & Santoso, SI 2022, ‘Analisis Daya Saing dan Trend Ekspor Kakao Indonesia Kelima Negara Tujuan Tahun 2010-2019’, Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, vol. 6, no.2, hh. 442-455.
Batubara, SS, Nefri, J & Nofrianil 2018, ‘Analisis Pengaruh Pelapisan Benih dengan Bahan Desikan dan Lama Penyimpanan Terhadap Kualitas Benih Kakao (Theobroma cacao L.) di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Jember’, Agroteknika, vol. 1, no. 2, hh. 99-110.
Hafiza, N, Kartika, E & Setyaji, H 2020, ‘Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Bawang Merah (Allium cepa L.) terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Kakao (Theobroma cacao L.) setelah Penyimpanan’, Jurnal Penelitian Universitas Jambi. ISSN 0852-8349, hh. 1-15.
Mulyo, PR & Hariyati, Y 2020, ‘Dinamika Perkembangan Perkebunan Kakao Rakyat Di Indonesia’, Agriekonomika, vol. 9, no. 1, hh. 48-60.
Siregar, DA 2018, ‘Pemanfaatan Ekstrak Bawang Merah (Allium cepa L.) terhadap Viabilitas Benih Kakao (Theobroma cacao L.)’, Jurnal Education and Development, vol. 3, no. 2, hh. 23-26.
Suldahna, Hasanuddin & Nurahmi, E 2018, ‘Pengaruh Bahan Pengekstrak dan Tingkat Kadar Air terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Kakao (Theobroma cacao L.)’, Jurnal Agrotek Lestari, vol. 5, no. 1, hh. 58-73.
Tambunsaribu, DW, Anwar, S & Lukiwati, DR 2017, ‘Viabilitas Benih dan Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) pada Beberapa Jenis Media Simpan dan Tingkat Kelembaban’, Jurnal Agro Complex, vol.1, no.3, hh. 135-142.
Tini, EW, Sakhidin, Saparso & Haryanto, TAD 2022, ‘Kandungan Hormon Endogenous pada Tanaman Hortikultura’, Jurnal Galung Tropika, vol. 11, no.2, hh. 132-142.
Zahara, N, Ali, M & Puspita, F 2020, ‘Uji Kemampuan Ekstrak Daun Beberapa Jenis Sirih (Piper sp.) untuk Mengendalikan Jamur Aspergillus sp. pada Benih Kacang Tanah secara in Vitro’, Konservasi Hayati, vol. 16, no.1, hh. 30-38.
Zuyasna, Berutu, HBr & Nurhayati 2024, ‘Pengaruh Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Alami Lidah Buaya terhadap Pertumbuhan Dua Varietas Setek Jambu Madu (Syzigium aqueum L.)’, Jurnal Agrium, vol. 21, no. 4, hh. 317-325.



