PENGARUH PERBEDAAN VOLUME PENYIRAMAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) KULIT PISANG KEPOK PADA PEMBIBITAN KAKAO (Theobroma cacao L.)

Penulis

  • Rika Fitry Ramanda Politeknik Negeri Ketapang
  • Rosmalinda Rosmalinda Politeknik Negeri Ketapang
  • Lia Kafita Sari Politeknik Negeri Ketapang
https://doi.org/10.58466/jap.v1i1.1223

Kata Kunci:

Benih kakao, POC kulit pisang, Volume

Abstrak

Produktivitas tanaman kakao (Theobroma cacao L.) di Indonesia mengalami penurunan setiap tahunnya. Pemupukan secara organik dan berkelanjutan mulai dari pembibitan dapat dilakukan sebagai upaya memperbaiki hasil produktivitas kakao. Pupuk organik terdiri dari 2 yaitu pupuk organik padat dan cair. Penggunaan POC mampu mempercepat penyerapan unsur hara oleh akar tanaman. POC kulit pisang kepok memiliki sejumlah kandungan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman seperti C, N, P, K, Fe, Cu, dan Zn. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dosis dari perbedaan volume penyiraman POC kulit pisang kepok yang baik pada pertumbuhan bibit kakao.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial dengan 6 taraf perlakuan dan 4 kali ulangan. Setiap perlakuan terdiri dari 3 sampel tanaman sehingga diperoleh 72 sampel bibit. Parameter pengamatan yang dilakukan meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter batang (mm), panjang akar (cm), bobot kering tanaman (g). Data pertumbuhan bibit kakao di analisa menggunakan Analysis of Variances (ANOVA). Apabila hasil analisa berpengaruh nyata, maka akan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5% dan pengolahan data menggunakan aplikasi SAS versi 9.0. Berdasarkan hasil uji lanjut (DMRT), penyiraman POC kulit pisang kepok yang terbaik pada pertumbuhan pembibitan kakao (Theobroma cacao L.) yaitu pada volume penyiraman POC 120 mL.

Referensi

Adelia, P, F., Koesriharti., Sunaryo. 2013. Pengaruh Penambahan Unsur Hara Mikro (Fe dan Cu) dalam Media Paitan Cair dan Kotoran Sapi Cair terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) dengan Sistem Hidroponik Rakit Apung. Jurnal Produksi Tanaman. 1 (3): 48-57.

Desiana, C., Irwan, S, B., Rusdi, E., Sri, Y. 2013. Pengaruh Pupuk Organik Cair Urin Sapi dan Limbah Tahu terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.). Jurnal Agrotek Tropika. 1 (1): 113-119.

Direktorat Jenderal Perkebunan. 2019. Statistik Perkebunan Indonesia Kakao 2017- 2019. Pusat Data dan Informasi Pertanian. Kementerian Pertanian, Jakarta.

Firmansyah, I., Liferdi, K, N., Yufdy, M, P. 2015. Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah dengan Aplikasi Pupuk Organik dan Pupuk Hayati pada Tanah Aluvial. Jurnal Hortikultura. 25 (2) : 133-141.

Ginting, K, R., Gunawan, T., Sukemi, I, S. 2015. Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) yang ditanam pada Beberapa Medium Tumbuh dengan Pemberian Pupuk Organik Cair. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Pertanian. 2 (1): 1-10.

Iradah. 2013. Pengaruh Penggunaan Berbagai Jenis dan Takaran Pupuk Kandang terhadap Produktivitas Tanah PMK. Jurnal Agrimeta. 7 (13): 20-25.

Irawan, L., Armaini., Fetmi S. 2016. Aplikasi Limbah Cair Biogas dan Pupuk Nitrogen pada Tanaman Pakchoy (Brassica chinensis L.). Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Pertanian. 3 (1): 1-11.

Jasim. 2016. Pengaruh Pemupukan Kalium terhadap Kelakuan Stomata dan Ketahanan Kekeringan. Jurnal Agrotek Lestari. 2 (2): 47-54.

Kurniawan, E., Zainuddin, G., Putri, N., 2017. Pemanfaatan Urine Kambing pada Pembuatan Pupuk Organik Cair terhadap Kualitas Unsur Hara Makro (NPK). Jurnal Universitas Muhammadiyah Jakarta. 1-10.

Marpaung, A. E. 2014. Pemanfaatan Pupuk Organik Padat dan Pupuk Organik Cair dengan Pengurangan Pupuk Anorganik terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L). Jurnal Saintech. 6 (4) : 8-15.

Nurdin. 2011. Pengaruh Thichoderma terhadap Perkecambahan dan Pertumbuhan Bibit Kakao, Tomat, dan Kedelai. Jurnal Floratek. 7 (1): 57-65.

Oshiro, Masanobu, Md. Amzad H., Ichiro N. Hikaro A., Masanobu T., Prasanta Chitta B., Akihiro N. 2016. Effect of Soil Types and Fertilizer on Growth, Yield, and Quality of Edible Amaranthus tricolor Lines in Okinawa, Japan. Plant Production Science. 19 (1): 61-72.

Siboro, E. S., Edu, S., Nerli, H. 2013. Pembuatan Pupuk Cair dan Biogas dari Campuran Limbah Sayuran. Jurnal Teknik Kimia USU. 2 (3): 40-43.

Rambitan, V. M. M., Mirna, P. S. 2013. Pengaruh Pupuk Kompos Kulit Pisang Kepok (Musa Paradisiaca L.) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L.) sebagai Penunjang Praktikum Fisiologi Tumbuhan. Jurnal Education Biologi Tropika. 1 (1):1-60.

Rosniawaty, S., R. Sudirja., H. Afrianto. 2015. Pemanfaatan Urin Kelinci dan Urin Sapi sebagai Alternatif Pupuk Organik Cair pada Pembibitan Kakao (Theobroma Cacao L.). Jurnal Kultivasi. 14 (1): 32-36.

Waruwu., Filsafat. Bilman, Wilman Simanihuruk. Prasetyo, Hermansyah. 2018. Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pre-Nursery dengan Komposisi Media Tanam dan Konsentrasi Pupuk Cair Azolla Pinnata Berbeda. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. 20 (1):7-12.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2022-04-25

Cara Mengutip

Fitry Ramanda, R. ., Rosmalinda, R., & Kafita Sari, L. . (2022). PENGARUH PERBEDAAN VOLUME PENYIRAMAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) KULIT PISANG KEPOK PADA PEMBIBITAN KAKAO (Theobroma cacao L.). Journal of Agro Plantation (JAP), 1(1), 1-11. https://doi.org/10.58466/jap.v1i1.1223

Terbitan

Bagian

Artikel

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama