Analisis Persepsi Penumpang Angkutan Kota Trayek 47 Kilang terhadap Kualitas Layanan Angkutan Kota
DOI:
https://doi.org/10.58466/4pzf4h87Kata Kunci:
Angkutan Kota, Trayek 47 Kilang, Kualitas Layanan, Persepsi Penumpang, Importance Performance AnalysisAbstrak
Transportasi sangat penting bagi mobilitas masyarakat, terutama di daerah terpencil seperti Desa Kilang di Kota Ambon, yang sangat bergantung pada layanan angkutan kota trayek 47. Rute ini memiliki peran strategis dengan menghubungkan masyarakat ke pusat kegiatan utama kota, termasuk Terminal Mardika sebagai simpul transit utama. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kualitas layanan, mengidentifikasi kesenjangan antara harapan penumpang dan pengalaman yang sebenarnya, serta menentukan area prioritas yang perlu ditingkatkan pada angkutan kota trayek 47 Kilang dengan mengevaluasi persepsi di berbagai dimensi, yaitu bukti fisik, empati, responsivitas, keandalan, dan jaminan. Data dikumpulkan dari 100 responden menggunakan 24 indikator melalui penyebaran kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor kualitas layanan secara keseluruhan mencapai 72,78, yang dikategorikan sebagai baik. Namun, teridentifikasi adanya kesenjangan yang signifikan antara harapan dan kenyataan, terutama terkait kebersihan terminal dan halte bus, kecepatan layanan, aksesibilitas, serta ketersediaan informasi rute. Oleh karena itu, peningkatan di bidang-bidang tersebut harus menjadi prioritas utama untuk meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan pengguna, khususnya di wilayah yang sangat bergantung pada angkutan umum.
Referensi
[1] World Bank. The Future of Public Transport. Washington, DC: World Bank, 2021.
[2] Asian Development Bank. Sustainable Transport for Livable Cities. Manila: Asian Development Bank, 2021.
[3] J. de Oña, E. Estévez, and R. de Oña, "Public Transport Users versus Private Vehicle Users: Differences in Service Quality Perception and Satisfaction," Sustainability, vol. 13, no. 14, 2021.
[4] I. P. A. Prayudha, M. Sudarma, and I. B. A. Swamardika, "Review Literatur tentang Analisis Kepuasan Layanan Menggunakan Pendekatan SERVQUAL dan Importance Performance Analysis," Majalah Ilmiah Teknologi Elektro, vol. 20, no. 2, pp. 177–186, 2021.
[5] L. Eboli and G. Mazzulla, "Bus Service Quality and Customer Satisfaction: A Review of Recent Research," Transport Reviews, vol. 40, no. 6, pp. 735–757, 2020.
[6] S. Akhter, A. Nugraha, dan M. R. Pratama, "Service Quality and User Satisfaction of JakLingko Mikrotrans: Evidence from Jakarta's Public Transport System," Business Review and Case Studies, vol. 6, no. 1, 2025.
[7] A. Parasuraman, V. A. Zeithaml, and L. L. Berry, "SERVQUAL: A Multiple-Item Scale for Measuring Consumer Perceptions of Service Quality," Journal of Retailing, vol. 64, no. 1, pp. 12–40, 1988.
[8] D. S. Ramadhani, A. A. Fahmi, A. S. Putri, dan H. Munawir, "Evaluating Public Bus Service Quality and Customer Satisfaction Using Importance Performance Analysis," Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi, vol. 22, no. 1, 2026
[9] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta, 2022.
[10] J. A. Martilla and J. C. James, "Importance-Performance Analysis," Journal of Marketing, vol. 41, no. 1, pp. 77–79, 1977.
[3] J. de Oña, E. Estévez, and R. de Oña, "Public Transport Users versus Private Vehicle Users: Differences in Service Quality Perception and Satisfaction," Sustainability, vol. 13, no. 14, 2021.
[12] J. Supranto, Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan untuk Menaikkan Pangsa Pasar. Jakarta: Rineka Cipta, 2011.



