Analisis Kinerja dan Kualitas Pelayanan Angkutan Umum Kota Ambon (Rute Laha-Ambon)

Penulis

  • Afiano Tentua Universitas Pattimura
  • Ir. Juliet G Metekhoy Universitas Pattimura
  • Febrino Wangean Universitas Pattimura

DOI:

https://doi.org/10.58466/190b1s26

Kata Kunci:

Angkutan Umum Kota Ambon, Rute Laha-Ambon, Standar Kinerja Perhubungan Darat, Metode Importance Performance Analysis (IPA)

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja operasional dan kualitas pelayanan angkutan umum rute Laha–Ambon serta menganalisis hubungan antara kinerja teknis dan kualitas pelayanan berdasarkan persepsi pengguna. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui survei operasional lapangan dan survei persepsi terhadap 100 responden. Kinerja operasional dianalisis mengacu pada indikator standar pelayanan angkutan umum, sedangkan kualitas pelayanan dievaluasi menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) terhadap atribut kenyamanan, aksesibilitas, keandalan, dan keamanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja operasional berada pada kategori sedang berdasarkan penilaian terhadap pemenuhan indikator standar pelayanan, sementara kualitas pelayanan menurut persepsi pengguna berada pada kategori baik dengan tingkat kesesuaian sebesar 67,01% yang termasuk dalam zona kinerja memuaskan pada analisis IPA. Uji korelasi menunjukkan hubungan positif yang kuat antara kinerja operasional dan kualitas pelayanan (r = 0,653; p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja teknis secara nyata berkontribusi terhadap peningkatan persepsi kualitas layanan oleh pengguna. Temuan penelitian menekankan bahwa aspek pelayanan yang langsung dirasakan pengguna, seperti kemudahan akses naik-turun penumpang, rasa aman, dan sikap pengemudi, berperan penting dalam membentuk persepsi kualitas. Oleh karena itu, peningkatan kualitas layanan direkomendasikan melalui pengaturan headway yang lebih konsisten, pengendalian kapasitas penumpang untuk menjaga kenyamanan, serta pelatihan pelayanan bagi pengemudi guna memperkuat aspek keselamatan dan interaksi dengan penumpang. 

Referensi

[1] Warpani PS. Merencanakan Sistem Perangkutan. Bandung: ITB; 1990.

[2] Tamin OZ, Frazila RB. Penerapan konsep interaksi tata guna lahan-sistem transportasi dalam perencanaan sistem jaringan transportasi. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota. 1997;8(3):11-18.

[3] Abubakar I, Yani A, Sutiono E. Menuju lalu lintas dan angkutan jalan yang tertib. Jakarta: PT Bukit Mayana; 1997.

[4] Binovan FI, Simangunsong JE, Rahman T. Evaluasi kinerja operasional dan pelayanan pada angkutan kota (angkot) trayek F Kota Samarinda. Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Sipil. 2022;[tahun/tidak ada volume]:[halaman].

[5] Hanum S, Susanti A. Evaluasi kinerja pelayanan angkutan umum pedesaan di Kabupaten Bangkalan (Rute: Kamal–Tanah Merah–Blega–Lomaer). Jurnal Media Publikasi Terapan Transportasi. 2024;2(1):[halaman].

[6] Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 35 Tahun 2003 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang di Jalan dengan Kendaraan Umum. Jakarta: Direktorat Jenderal Perhubungan Darat; 2003.

[7] Mukhoyyaroh NI, Agustyawan PE. Pelayanan transportasi umum Surabaya Raya dengan metode customer satisfaction index dan importance performance analysis. JURMATEKS: Jurnal Manajemen Teknologi dan Teknik Sipil. 2022;[volume(issue)]:[halaman].

[8] Mulyadi, Adawiyah R. Analisis kinerja pelayanan angkutan umum Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. Jurnal Kacapuri: Jurnal Keilmuan Teknik Sipil. 2023;6(2):324.

[9] Mulyono T. Studi literatur evaluasi kualitas pelayanan angkutan umum oleh pengguna. WARTA ARDHIA. 2024;49(1):1.

[10] Murtejo T, Muhajir A, Alimuddin A, Chayati N. Evaluasi kinerja angkutan umum Trans Pakuan trayek Terminal Bubulak via Cidangiang–Ciawi di Kota Bogor. Jurnal Komposit. 2023;7(1):61-68.

[11] Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1993 tentang Angkutan Jalan. Jakarta: Departemen Perhubungan Darat; 1993.

[12] Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan. Jakarta: Departemen Perhubungan Darat; 2014.

[13] Purnomo RA, Nugroho RA, Yorika R. Evaluasi kinerja pelayanan angkutan umum Kota Samarinda (studi kasus trayek B). Ruang. 2022;8(1):119-129.

[14] Putri CT, Umam K, Hudaya A. Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan penumpang Bus Transjakarta di Halte Busway PGC 2 Koridor X (PGC 2–Tanjung Priok). Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal. 2024;4(1):56-65.

[15] Shbeeb L. The relation between transit service availability and productivity with customers satisfaction. Transportation Research Interdisciplinary Perspectives. 2022;16:[halaman].

[16] Siburian T, Rahmat H, Waniyati. Evaluasi kinerja dan tingkat kepuasan pengguna moda transportasi Trans Metro Pekanbaru rute Ramayana–Pandau Permai. [Jurnal/Tidak lengkap]. 2023;3(Oktober):41-56.

[17] Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK 687/Aj.206/DRDJ/2002 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum di Wilayah Perkotaan dalam Trayek Tetap dan Teratur. Jakarta: Departemen Perhubungan; 2002.

[18] Vuchic VR. Urban Transit Systems and Technology. Hoboken: John Wiley & Sons; 2007Tamin, O. Z., & Frazila, R. B. (1997). Penerapan Konsep Interaksi Tata Guna Lahan-Sistem Transportasi Dalam Perencanaan Sistem Jaringan Transportasi. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kata, 8(3), 11-18.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-31

Terbitan

Bagian

Artikel

Cara Mengutip

Analisis Kinerja dan Kualitas Pelayanan Angkutan Umum Kota Ambon (Rute Laha-Ambon). (2026). Journal of Research and Inovation in Civil Engineering As Applied Science (RIGID), 5(1), 37-47. https://doi.org/10.58466/190b1s26

Artikel Serupa

1-10 dari 42

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.