KAJIAN DOSIS PUPUK KANDANG SAPI DAN ELISITOR BIOSAKA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.)

Penulis

  • Ardha Ardha Politeknik Negeri Ketapang
  • Siti Wulandari Politeknik Negeri Ketapang
  • Rosmalinda Rosmalinda Politeknik Negeri Ketapang
  • Ari Priyanto Politeknik Negeri Ketapang
  • Ikhsan Prasetya Indra Politeknik Negeri Ketapang

DOI:

https://doi.org/10.58466/7z9wr309

Kata Kunci:

Kakao, Pupuk kandang, Elisitor biosaka

Abstrak

Tanaman kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas utama yang menjadi unggulan dalam industri perkebunan yang memiliki peran penting bagi perekonomian Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang sapi dan elisitor biosaka terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.) Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Faktor pertama adalah dosis pemberian pupuk kandang sapi (K), yaitu: K1: pupuk kandang sapi 50 g/polybag, K2: pupuk kandang sapi 100 g/polybag, K3: pupuk kandang sapi 150 g/polybag. Faktor kedua adalah konsentrasi pemberian elisitor biosaka (A), yaitu: A1: tanpa pemberian biosaka, A2: elisitor biosaka 45 mL/L, A3: elisitor biosaka 60 mL/L. Analisis yang digunakan yaitu analisis ragam (ANOVA), dan dilanjut dengan analisis Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) jika berpengaruh nyata pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kandang sapi berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi bibit, jumlah daun, diameter batang, klorofil daun dan bobot kering bibit. Dosis terbaik perlakuan pupuk kandang sapi, yaitu 150 g/polybag. Perlakuan elisitor biosaka berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi bibit, jumlah daun dan diameter batang. Konsentrasi terbaik perlakuan biosaka, yaitu 45 mL/L. Kombinasi pemberian pupuk kandang sapi dan elisitor biosaka menunjukkan berbeda tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan. 

Referensi

Akbar, A., Khairunnisa, K., Meutiasari, C. S., Sari, M. T., dan Mahyuny, S. R. (2024). The Influence of Biosaka as an Elisitor to Increase Productivity of Food Crops Pakcoy (Brassica rapa L.) as Eco-Friendly Agricultural Innovation. Jurnal Biologi Tropis, 24(1)

Arisandy, D. C., Fitriani, L. (2024). Pengaruh Biosaka Berbahan Dasar Limbah Pertanian terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Sawi Putih (Brassica rapa). Jurnal Pro-Life, 11(1).

BPS. Provinsi Kalimantan Barat. (2024). Produksi Perkebunan Rakyat.

Deswanto, D., Nugroho, A. (2024). Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur menjadi Pupuk Organik. Greeners: Journal of Green Engineering for Sustainability, 1(2), 42-51.

Firdaus, A., Sahlan, S., Fattah, M. (2023). Analisis Pengambilan Keputusan Petani dalam Alih Fungsi Lahan Usahatani Kakao menjadi Usahatani Karet. Jurnal Sains Agribisnis, 3(1), 1-14.

Izzatin, N. R., Durroh, B., Masahid, M. (2023). Analisis Daya Saing Ekspor Kakao Indonesia di Pasar Internasional. Jurnal Agrobali: Agricultural, 6(2), 337-349.

Jamidi, N., Faisal, F., Ichsan, M, F. (2021). Aplikasi Pupuk Organik Cair Limbah Kulit Nanas dan Pukan Sapi terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.). Jurnal Agrium, 18(2), 145-153.

Khan, M. B. U. M., Arifin, A. Z., Zulfarosda, R. (2021). Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Sapi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. saccharata sturt.). Agroscript: Journal of Applied Agricultural Sciences, 3(2), 113-120.

Lada, Y, G., Pombos, N, S. (2019). Studi Pemanfaatan Pupuk Abu Boiler pada Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.). Jurnal Agercolere, 1(1), 25-29.

Ovender, F., Hartawan, R., Marwan, E. (2021). Respon Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) terhadap Pemberian Kompos Limbah Kelapa Sawit. Jurnal Media Pertanian, 6(2), 57-63.

Reflis, R., Sumartono, E. ., Arianti, N. N., dan Sukiyono, K. (2023). Biosaka Pengembangan Pertanian Organik Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 2939–2945.

Rosniawaty, S., Ariyanti, M., Suherman, C., Sudirja, R., dan Fitria, S. (2022). Pengaruh Aplikasi Air Kelapa Tua dengan Cara dan Interval yang Berbeda terhadap Bobot Kering Bibit Kakao. Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian, 10(1), 1-6.

Santoso, B, B., Ngawit, I, K., Jayaputra. (2024). Studi Awal Perbanyakan Kakao (Theobroma cacao L.) Asal Kebun Rakyat Lombok Utara: Pertumbuhan Bibit pada Media Tanah dengan Pupuk Kandang Sapi. Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan, 10(4), 631-639.

Setiadi, H., Wahyudi, W., Marlina, G. (2021). Pengaruh Pemberian Pupuk Kotoran Sapi dan Pupuk NPK 16:16:16 terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.). Jurnal Pengembangan Ilmu Pertanian, 10(2), 185-198.

Suryanti, W. A., Ramadhan, T. H., Supriyanto, S. (2024). Effectiveness of Biosaka and NPK Fertilizer Against Growth and Yield of Cucumber Plants in Red Yellow Podzolic Soil. Jurnal Perkebunan dan Lahan Tropika, 14(2), 123- 128.

Wawo, V. (2018). Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Sapi terhadap Sifat Fisik dan Kimia Tanah pada Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.). Jurnal Agrica, 11(2), 153-163.

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-25

Terbitan

Bagian

Artikel

Cara Mengutip

KAJIAN DOSIS PUPUK KANDANG SAPI DAN ELISITOR BIOSAKA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.). (2025). Journal of Agro Plantation (JAP), 4(2), 396-406. https://doi.org/10.58466/7z9wr309

Artikel Serupa

1-10 dari 11

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>