Kelayakan Finansial PLTP Atadei Berbasis Risiko Investasi
DOI:
https://doi.org/10.58466/vs168j10Kata Kunci:
PLTP, Kelayakan finansial, NPV, IRR, Payback period, risikoAbstrak
Penelitian ini mengevaluasi kelayakan finansial dan profil risiko rencana pembangunan PLTP Atadei di Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan kapasitas terpasang 2 x 5 MW. Analisis dilakukan sebagai studi kelayakan awal menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback period (PBP), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Profitability Index (PI). Dua asumsi operasi dibandingkan yaitu asumsi konstan dengan capacity factor dari 90% menjadi OPEX tetap serta asumsi realistis dengan penurunan capacity factor dari 90% menjadi 75% dan eskalasi OPEX 2,3% per tahun. Pada asumsi konstan proyek layak pada skenario moderat dengan NPV USD 1.942.068 dan skenario optimis dengan NPV USD 11.369.779, sedangkan skenario pesimis tidak layak. Pada asumsi realistis kelayakan menurun tajam, hanya skenario optimis yang masih sangat tipis layak dengan NPV USD 81.098, BCR 1,00 , PI 1,00, dan penurunan produksi akibat risiko reservoir merupakan faktor determinan. Proyek berpotensi mendukung ketahanan energi daerah, tetapi membutuhkan pembiayaan berbiaya rendah, stabilitas reservoir, dan pengendalian operasi yang ketat.
Unduhan
Referensi
[1] IRENA. Renewable Energy Statistics 2022. Abu Dhabi: International Renewable Energy Agency; 2022.
[2] PLN. Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2021-2030. Jakarta: PT PLN (Persero); 2021.
[3] Presiden Republik Indonesia. Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik. Jakarta; 2022.
[4] Amalia I, Suryantini S. Study of reservoir characteristics: pH, dissolved and precipitate minerals in Atadei geothermal field, Lembata. 2023:1-15.
[5] Ayu S, Hendrasto F, Benyamin, Hariyadi N. Analisis kelayakan proyek PLTP berdasarkan potensi dan perhitungan keekonomian lapangan AC. Petro J Ilm Tek Perminyakan. 2022;11(2):105-117.
[6] Timpal GBJ, et al. Analisis kelayakan keekonomian PLTP kapasitas 2x20 MW. Petro J Ilm Tek Perminyakan. 2024.
[7] Sugiyono A. Keekonomian pengembangan PLTP skala kecil. Jakarta: BPPT; 2012.
[8] Dipayana GF, Ramadhan RA. Geothermal energy in Indonesia. 2022:159-180. DOI: https://doi.org/10.55981/brin.562.c9
[9] Bank Indonesia. Data inflasi Indonesia. Jakarta: Bank Indonesia; 2025.
[10] Kasmir, Jakfar. Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta: Kencana; 2013.
[11] Wardiningsih SS. Analisis risiko dalam keputusan investasi. 2012.
[12] Laia K. Warga Atakore Lembata tolak proyek geotermal di tanah ulayat. Betahita. 2025.
[13] Saptadji NM. Teknik panas bumi. Bandung: Institut Teknologi Bandung; 2009.
[14] Hardianto F, Sidqi A. Analisis kelayakan proyek pembangunan PLTM Walesi Cascade. 2026;14(1):44-50.
[15] Afril Z, Batih H, Carlo MM. Analisis risiko finansial dalam proyek photovoltaic rooftop segmen industri di Jawa Timur. 2024;8(10):2914-2932. DOI: https://doi.org/10.46799/arl.v8i10.1160
[16] Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional 2019-2038. Jakarta: KESDM; 2025.
[17] Kuswardono PT. Transisi energi berkelanjutan di Nusa Tenggara. Jakarta: Institute for Essential Services Reform; 2023.
[18] Geothermal Modeling Team. Indonesia power sector scenarios to 2060: modeling geothermal, solar, and wind expansion under energy transition policies. 2025:1-8.
[19] Luigi C, Hyginus V, Eze U, Eze EC, Alaneme GU, Bubu PE. Recent progress and emerging technologies in geothermal energy utilization for sustainable building heating and cooling. Front Built Environ. 2025:1-22.
[20] Obradovic D, Ali MB. The issue of estimating the maintenance and operation costs of buildings: a case study of a school. 2024:1209-1231. DOI: https://doi.org/10.3390/eng5030066
[21] Laporan Penyelidikan. Analisis bisnis dan kebijakan untuk mendorong investasi pembangkit listrik tenaga panas bumi di Indonesia. 2023.
[22] Hidayah N. Benefit Cost Ratio. Jakarta: Mekari; 2025.
[23] Danish Energy Agency. Prefeasibility studies of renewable projects in Riau. Copenhagen: Danish Energy Agency; 2021.
[24] Abelson P, Dalton T. Declining discount rates in cost benefit analysis. 2023.
[25] Anwar A, et al. Financial feasibility of Aren sugar agroindustry. 2025.
[26] United States Department of Energy. GETEM geothermal electricity technology evaluation model. Washington, DC: DOE Geothermal Technologies Office.
[27] Gurturk M. Performance evaluation of geothermal power plants under long-term operation. Energy Convers Manag. 2025.
[28] Wahdianto, Wardana. Identifikasi dan evaluasi risiko pada proyek energi terbarukan. 2025.
[29] Putra TS, Prabowo E, Ramadani F. Pengaruh Overhaul Terhadap Kinerja High Pressure Heater Unit 3 PLTU Banten Lontar. JTM: JURNAL TEKNIK MESIN. 2026 Feb 1;2(1):10-5. DOI: https://doi.org/10.58466/drv17368







