Evaluasi Nilai Kalor Batubara terhadap Efisiensi Boiler PLTU Suralaya
DOI:
https://doi.org/10.58466/a1rmw552Kata Kunci:
batubara, efisiensi boiler, heat loss, nilai kalor, specific fuel consumptionAbstrak
Nilai kalor batubara mempengaruhi masukin energi, kualitas pembakaran, rugi panas, dan konsumsi bahan bakar pada boiler PLTU. Artikel ini mengevaluasi pengaruh nilai kalor batubara terhadap efisiensi boiler Unit 1,3, dan 4 PLTU Suralaya. Data yang digunakan berasal dari performance test pada beban pembanding 400 MW dengan variasi nilai kalor 4238, 4472, 4656, dan 5051 kcal/kg. Efisiensi boiler dihitung menggunakan metode direct dan metode indirect berbasis heat loss sesuai pendekatan ASME PTC 4.1. Hasil metode indirect menunjukan efisiensi boiler meningkat dari 83,269% pada nilai kalor 4238 kcal/kg menjadi 86,625% pada nilai kalor 5051 kcal/kg. Total rugi panas turun dari 16,731% menjadi 13,375%, sedangkan specific fuel consumption turun dari 0,613 menjadi 0,553 kg/kWh. Hasil ini menunjukan bahwa peningkatan nilai kalor batubara dapat menaikkan efisiensi boiler dan menurunkan konsumsi batubara terutama karena kadar moisture yang lebih rendah dan fixed carbon yang lebih tinggi mengurangi rugi panas gas buang serta penguapan air dalam bahan bakar
Unduhan
Referensi
[1] Antono V. Analisis losses pada Boiler Feed Pump PLTU Muara Karang Unit 5. Jurnal Power Plant. 2013:79-93.
[2] Astuti ED. Pengaruh nilai kalor batu bara terhadap efisiensi boiler Unit 1 PLTU Suralaya. Jakarta: Institut Teknologi PLN; 2020.
[3] Bahrudin I. Peningkatan efisiensi boiler. Kalimantan Timur: Academia; 2014.
[4] Kurniawan B. Analisis pengaruh nilai kalori batubara. Jakarta: Sekolah Tinggi Teknik PLN; 2018.
[5] Liun E. Biaya eksternal PLTU Batubara Suralaya. Pengembangan Energi Nuklir. 2020;4:27-42.
[6] Muzaki I. Analisis efisiensi boiler dengan metode input-output. SJME Kinematika. 2019;37-46. DOI: https://doi.org/10.20527/sjmekinematika.v4i1.50
[7] Naufal ID. Analisis pengaruh kualitas batu bara terhadap performa. Seminar Nasional Teknik Mesin Politeknik Negeri Jakarta. 2019:520-529.
[8] Nugroho AA. Analisa pengaruh kualitas batubara. Media Elektrika. 2014;7:23-32.
[9] Nurhasanah R. Perbandingan efisiensi boiler awal operasi dan setelah overhaul terakhir di Unit 5. Jurnal Power Plant. 2016:44-48.
[10] Pravitasaria Y. Analisis efisiensi boiler menggunakan metode langsung. PRISMA Fisika. 2017;5(1):09-12.
[11] Sagaf M. Analisa faktor-faktor penyebab perubahan efisiensi boiler. Teknoin. 2018:147-158. DOI: https://doi.org/10.20885/teknoin.vol24.iss2.art5
[12] YJ Liao. Effect of coal moisture on denitration efficiency and boiler economy. International Conference on Advanced Design and Manufacturing Engineering. 2015:733-739. DOI: https://doi.org/10.2991/icadme-15.2015.145
[13] Sahar Sheta. Coal analysis by laser-induced breakdown. View Article Online. 2019:1047-1082. DOI: https://doi.org/10.1039/C9JA00016J
[14] Treedet R, Suntivarakorn R. Improvement of boiler efficiency using heat recovery and optimization. Energy Procedia. 2016:193-197. DOI: https://doi.org/10.1016/j.egypro.2016.10.164
[15] Junga RP. Improvement of coal boiler efficiency after application of liquid fuel additive. Applied Thermal Engineering. 2020. DOI: https://doi.org/10.1016/j.applthermaleng.2020.115663
[16] Satyam P, Dhanesh J. Performance analysis and optimization of boiler efficiency. International Journal of Engineering Applied Sciences and Technology. 2021:326-331.
[17] Putra TS, Prabowo E, Ramadani F. Pengaruh Overhaul Terhadap Kinerja High Pressure Heater Unit 3 PLTU Banten Lontar. JTM: JURNAL TEKNIK MESIN. 2026 Feb 1;2(1):10-5. DOI: https://doi.org/10.58466/drv17368







