STUDI PUSTAKA: KEJAYAAN MAJAPAHIT MASA PEMERINTAHAN RAJASANAGARA

Kata Kunci:
Kejayaan Majapahit, Masa Pemerintahan RajasanagaraAbstrak
Majapahit merupakan kerajaan yang religius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejayaan Majapahit pada masa pemerintahan Rajasanagara, kehidupan sosial ekonomi, dan mengetahui akulturasi budaya Majapahit. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang berupa kajian pustaka yang diperoleh dari artikel, jurnal, buku, laporan penelitian, prosiding, tesis dan lain sebagainya. Penelitian ini menghasilkan deskripsi mengenai kerajaan Majapahit yang mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Rajasanagara, kehidupan sosial ekonomi pada masa itu serta akulturasi budaya dalam bentuk karya sastra agama dan bangunan suci. Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Hayam Wuruk atau Rajasanagara. Majapahit menerapkan sistem pemerintahan yang terstruktur dengan baik. Majapahit membangun hubungan diplomatik yang kuat dengan berbagai kerajaan, di antaranya Tiongkok, Champa, Siam, dan India. Berdasarkan catatan musafir Cina, Ma-Huan, sistem perekonomian masyarakat Majapahit diyakini relatif maju pada masa pemerintahan Rajasanagara. Sebagai sebuah kerajaan Hindu-Buddha. Majapahit menekankan kehidupan religius yang ditandai dengan peninggalan artefak dan tekstual. Kesusastraan Majapahit selalu diakulturasikan dengan sistem keagamaan yang akhirnya membentuk budaya tersendiri bagi kerajaan Majapahit. Bentuk akulturasi tersebut diimplementasikan pada bangunan-bangunan suci Majapahit yang berlandaskan pada ajaran agama.
Referensi
D. Made Alit et al., “Negarakertagama : Kisah Keagungan Kerajaan Majapahit,” J. Nirwasita, vol. 3, no. 1, pp. 31–42, 2022, [Online]. Available: http://eprints.undip.ac.id/75871/1/Jurnal_
V. O. Anggraeni and D. Handayani, “Perancangan Buku Informasi Situs Candi Majapahit di Trowulan,” Vis. Herit. J. Kreasi Seni dan Budaya, vol. 3, no. 1, pp. 35–44, 2021, doi: 10.30998/vh.v3i1.3212.
N. Soedarso, “Perancangan Buku Ilustrasi Perjalanan Mahapatih Gajah Mada,” Humaniora, vol. 5, no. 2, p. 561, 2014, doi: 10.21512/humaniora.v5i2.3113.
Ayuhanafiq, R. A. Gani, and E. Sudyar, “Kumpulan Cerita Majapahit,” Pustaka.Dispendik.Mojokertokab.Go.Id, p. 125, 2020.
N. Alpiyah and I. Purnengsih, “Karakter Gajah Mada: Simbol Kejayaan Majapahit,” Vis. Herit. J. Kreasi Seni dan Budaya, vol. 1, no. 02, pp. 147–153, 2019, doi: 10.30998/vh.v1i02.29.
I. Wijaya, “The Trowulan’s Existence In The Archipelago: Majapahit During The Rajasanagara Government,” Santhet (Jurnal Sej. Pendidik. Dan Humaniora), vol. 8, no. 1, pp. 132–150, 2023, doi: 10.36526/santhet.v8i1.3036.
Z. Setiawan, “Sejarah Sosial Politik Kerajaan Majapahit,” J. Lanskap Polit., vol. 1, no. 1, p. 110, 2022, doi: 10.31942/jlp.2022.1.1.8124.
T. Fatchur Rozi, M. Munir, and D. Maulidia, “Sistem Tata Kota Kerajaan Majapahit dalam Kakawin Nāgarakṛtāgama,” SULUK J. Bahasa, Sastra, dan Budaya, vol. 1, no. 2, pp. 77–86, 2019.
R. A. Sani and A. Kasdi, “Arsitektur Rumah di Kawasan Cagar Budaya Trowulan (Studi Pemukiman Majapahit Abad Ke-14 M),” AVATARA, e-Journal Pendidik. Sej., vol. 5, no. 1, pp. 965–980, 2017.
A. Nur Fitroh, “Peran Tribhuwana Tunggadewi dalam Mengembalikan Keutuhan dan Perkembangan Kerajaan Majapahit Tahun 1328-1350,” J. Avatara, vol. 5, no. 2, pp. 298–308, 2017.
A. A. Munandar, Ibukota Majapahit: Masa Jaya dan Pencapaian. 2008. [Online]. Available: https://cir.nii.ac.jp/crid/1130282272582608512
S. I. Pradhani, “Sejarah Hukum Maritim Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit dalam Hukum Indonesia Kini,” Lembaran Sej., vol. 13, no. 2, p. 186, 2018, doi: 10.22146/lembaran-sejarah.33542.
I. G. w Winsuwardana, “Birokrasi Tradisional Kerajaan Majapahit,” Soc. Stud., vol. 5, no. 2, pp. 1–12, 2017.
T. Haryono, “Kerajaan Majapahit: Masa Sri Rajasanagara sampai Girindrawarddhana,” Humaniora, vol. 5, pp. 107–113, 1997.
I. R. M. Anwari, “Sistem Perekonomian Kerajaan Majapahit Keywords : majapahit , economic , agriculture , commerce , industry Abstrak,” VERLEDEN J. Kesejarahan, vol. 3, no. 2, pp. 104–115, 2015.
A. Fariza, J. Akhmad, N. Hasim, and M. Fikriyah, “Aplikasi Spatio-Temporal Peristiwa Bencana Letusan,” vol. XI, 2016.
D. Y. Wahyudi, S. S. P. Jati, A. A. Munandar, and N. Soesanti, “Pusat Pendidikan Keagamaan Masa Majapahit,” J. Stud. Sos., vol. 6, no. 2, pp. 107–119, 2014.